Perusahaan tempat kita bekerja sekarang mungkin termasuk perusahaan yang telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001, namun mungkin perusahaan kita juga yang termasuk yang salah mendefinisikan dokumentasi menurut SMM ISO 9001. Kebanyakan kita (terutama diperusahaan tempat saya bekerja) sering timbul istilah “ini dokumen ISO” dan “ini dokumen bukan ISO”. Ini hanya karena dibedakan antara satu dokumen yang berlogo ISO pada kop dokumen tersebut sedangkan yang lain tidak berlogo ISO.
Dokumen berdasarkan ISO 9000:2005 (atau SNI ISO 9000:2008 untuk versi bahasa indonesianya) yang merupakan tentang dasar-dasar dan kosakata adalah informasi dan media pendukungnya (point 3.7.2). Secara definisi saja menurut ISO 9000 : 2005 dokumen memiliki yang sangat luas.
Jika kita mengacu pada ISO 9001:2008, yang termasuk dokumen mencakup :
a) Kebijakan mutu dan sasaran mutu,
b) Pedoman mutu/ Manual Mutu
c) Prosedur dan catatan yang disyaratkan oleh Standar.
d) dokumen, termasuk rekaman yang ditentukan oleh organisasi perlu untuk memastikan perencanaan, operasi dan kendali prosesnya secara efektif.
Jika kita lihat pada Point a), b), c), dan d) diatas, dokumen itu dapat kita klasifikasikan menjadi menjadi 2 kelompok yaitu dokumen yang dipersyaratkan oleh standar dan dokumen yang dipersyaratkan oleh perusahaan. Jadi selama perusahaan mensyaratkan harus adanya suatu dokumen yang dapat berupa Prosedur atau SOP, Instruksi Kerja, Formulir, catatan, dan lainnya, maka dokumen tersebut harus kita maintain, meskipun itu tidak berlogo ISO. Jangan sampai kita bekerja dua kali, hanya karena “INI untuk ISO” dan “INI untuk Pegangan Kita”.
Risa berkata,
September 23, 2010 pada 2:59 am
dengan adanya ISO diperusahaan maka kita dapat dengan mudah menjalankan sistem yang ada pada perusahaan karena tujuan utama dari ISO adalah untuk membuat apa yang telah dibuat itu berjalan dengan lancar..
saya harap iso terbaru yaitu QMS 9001 : 2008 dapat dengan mudah lebih jelas lagi untuk menjalankan sistem